NASA Ungkap Syarat Bisa Menikmati Gerhana Matahari ‘Cincin Api’

Penampakan gerhana matahari 'cincin api' di India, 26 Desember 2019. Fenomena yang sama kan terjadi pekan depan.
Penampakan gerhana matahari 'cincin api' di India, 26 Desember 2019. Fenomena yang sama kan terjadi pekan depan.

Jakarta, CNN Indonesia — Gerhana matahari ‘cincin api’ yang akan berlangsung pekan depan akan tampil total di sejumlah wilayah tertentu. Simak cara-cara untuk bisa menikmati fenomena ini.
Julukan ‘cincin api’ ini berasal dari penampakan gerhana matahari yang mirip dengan Gerhana Matahari Total. Namun, dikutip dari CNN, Bulan yang berada pada titik terjauh di orbitnya dari Bumi membuatnya tidak bisa sepenuhnya menghalangi Matahari.

Walhasil, cahaya Matahari yang ‘berapi-api’ tampak mengelilingi bayangan Bulan, menciptakan apa yang disebut cincin api.

Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) dalam keterangannya menyebut gerhana matahari itu akan berlangsung pada Sabtu (14/10).

Namun, NASA menyebut fenomena ini tak bisa dinikmati di semua orang di semua wilayah karena bergantung beberap hal, termasyk faktor cuaca dan lokasi pemantauan.

Cuaca

NASA mengungkap pengamat memerlukan pandangan jelas ke Matahari dan Bulan untuk melihat gerhana.

“Namun, meski tertutup awan, kegelapan siang hari yang menakutkan akibat gerhana masih terlihat.”

Lokasi


Untuk melihat seluruh fase gerhana cincin, NASA menyebut pengamat harus melihatnya dari suatu tempat di sepanjang lokasi di Bumi tempat Bulan tampak melintasi pusat Matahari alias jalur annularitas (annularity).

“Gerhana matahari cincin akan melintasi Amerika Utara, Tengah, dan Selatan. [Fenomena] ini akan terlihat di beberapa bagian Amerika Serikat, Meksiko, dan sejumlah negara di Amerika Selatan dan Tengah,” menurut NASA.

Beberapa kota besar AS yang menjadi jalur lintasan fenomena ini di antaranya adalah Eugene, Oregon, Alburquerque, New Mexico, dan San Antonio, Texas.

Sayangnya, jalur gerhana ini tak melintasi kota-kota di Indonesia.

Waktu


Bagi pengamat di Amerika Serikat, fase gerhana cincin akan mulai terlihat sekitar pukul 09.15 hingga 11.50 di zona waktu lokal.

“Waktu mulai dan tuntasnya gerhana berubah berdasarkan lokasi pengamat. Tergantung dari mana warga menonton, fase gerhana cincin bisa berlangsung sekitar 30 detik hingga lebih dari 5 menit,” kata NASA.

Keamanan


NASA menyebut melihat langsung ke Matahari tanpa perlindungan saat fase gerhana mana pun adalah berbahaya bagi mata.

“Cara paling aman dan paling sederhana untuk melihat gerhana adalah dengan melihat gambar Matahari yang diproyeksikan ke selembar kertas.”

“Buat lubang kecil di kartu indeks dengan ujung pensil, menghadapkan ke arah Matahari, dan pegang kartu kedua tiga atau empat kaki di belakangnya dalam bayangannya. Anda akan melihat gambar proyeksi Matahari pada kartu kedua,” tutur NASA.

10017034152682390596

Latest News

Gudeg Pawon Jogja, Sensasi Makan Langsung Dari Dapurnya

Bagi para pelancong, rasa-rasanya kurang afdhol jika melewatkan kelezatan gudeg saat menikmati serunya Yogyakarta. Tak hanya pagi, di beberapa sudut…

Dilantik, Anggota KPU Kabupaten dan Kota Terpilih se DIY Periode 2023-2028, 10 Diantaranya Petahana

YOGYAKARTA, Yogyafakta.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari melantik anggota KPU Kabupaten dan Kota pada 87 kabupaten/kota di…

Mau Tahu Cara Malaikat Maut Mencabut Nyawa? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat

Ketika melaksanakan tugas Allah untuk mencabut nyawa manusia, malaikat maut memiliki dua sifat, yakni mencabut dengan keras dan mencabut nyawa…

MotoGP Mandalika 2023 Sepekan Lagi, Logistik Pebalap Sudah Tiba

Lombok Tengah – MotoGP Mandalika 2023 bergulir sepekan lagi. Persiapan sudah dimatangkan sejak saat ini, termasuk kedatangan logistik para pebalap.Edisi…

MU Vs Brentford: Si Lebah Bakal Matikan Hojlund

Jakarta – Manchester United akan menjamu Brentford dalam lanjutan Liga Inggris. Si Lebah akan mencoba mematikan Rasmus Hojlund.Di Liga Champions,…

banner-iklan-sidebar-300x300-1
iklan-400-600